UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
INTELLIGENCE TO BE ADVANCE
Alamat : Jl. Seroja, Gang Jeruk, Kelurahan Tonja Denpasar Utara, Bali 80239
Telp : (0361) 4747770 | 081238978886 | 085924124866
Email : iik.medali[at]gmail.com
UNIVERSITAS BALI INTERNASIONAL
INTELLIGENCE TO BE ADVANCE
Tak mampu menggerakkan lengan? Yuk! Ketahui Lebih Dalam Mengenai Dislokasi Shoulder
  9 February 2023 - Dibaca 210 kali
  Oleh Administrator
Pengertian Dislokasi Shoulder

Dislokasi Shoulder merupakan suatu kondisi dimana terjadi pergeseran caput humerus dari sendi glenohumeral, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada saraf serta dapat terjadi berulang. Dislokasi Shoulder adalah suatu kondisi sendi bahu bergeser atau mencuat keluar dari soket bahu. Dislokasi rentan terjadi pada sendi bahu, karena sendi yang berbentuk bola pada lengan atas melekat di kantong yang sangat dangkal. Dislokasi Shoulder membutuhkan 12-16 minggu untuk sembuh setelah bahu diletakkan kembali ke tempatnya. Rasa nyeri juga bisa menyebar dari lengan hingga ke atas dekat leher. Dislokasi shoulder adalah keadaan dimana tulang-tulang yang membentuk sendi tidak lagi berhubungan secara anatomis atau tulang lepas dari sendi (Brunner&Suddarth). Keluarnya kepala sendi dari mangkuknya, atau dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang membutuhkan pertolongan segera (Mansyur, dkk. 2000).

Etiologi

Dislokasi biasanya terjadi akibat benturan yang tiba-tiba yaitu yang disebabkan kerena seseorang terjatuh, terpukul benda keras, atau cedera lainnya. Ketika seseorang terjatuh tulang humerus akan terdorong ke depan, sehingga merobek kapsul atau menyebabkan tepi glenoid teravulasi, dan terkadang menyebabkan pecahnya bagian posterolateral caput humerus. Dalam 90% kasus, dislokasi shoulder anterior mempengaruhi individu muda, banyak diantaranya adalah atlet atau jatuh di telapak tangan dengan lengan terentang. Dislokasi sendi shoulder anterior sering disebabkan oleh gerak berlebihan terutama saat berolahraga ataupun trauma langsung, kelemahan otot-otot sekitar dan kelainan congenital ataupun bawaan dari caput humeri atau fossa glenoidalis pada pasien dislokasi shoulder yang dijumpai adalah oedema pada bahu dan lengan atas dan lengan bawah, nyeri pada lengan atas, penurunan LGS siku, penurunan kekuatan otot penggerak siku, dan fungsilaesa Dislokasi sendi shoulder anterior sering disebabkan oleh gerak berlebihan terutama saat berolahraga ataupun trauma langsung, kelemahan otot-otot sekitar dan kelainan congenital ataupun bawaan dari caput humeri atau fossa glenoidalis (Muttaqin,2012) 

 Tanda dan Gejala Dislokasi Shoulder

 Beberapa tanda dan gejala dari dislokasi shoulder di antaranya:

  1. Adanya benjolan atau tonjolan di bahu, atau di luar tempat seharusnya
  2. Pembengkakan atau memar
  3. Sakit yang intens
  4. Ketidakmampuan menggerakkan sendi

Dislokasi sendi dapat menyebabkan kesemutan, kelemahan, atau mati rasa di dekat daerah cedera, seperti leher atau lengan. Otot di bahu dapat kejang sehingga seringkali meningkatkan intensitas rasa sakit.

Tipe Dislokasi Shoulder

 Beberapa tipe dislokasi berdasarkan pada penyebab terjadinya, yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Dislokasi congenital yaitu dislokasi yang terjadi sejak lahir akibat kesalahan pertumbuhan.
  2. Dislokasi patologi yaitu dislokasi yang terjadi akibat dari penyakit sendi dan atau jaringan sekitar sendi. Misalnya tumor, infeksi, atau osteoporosis tulang. Hal ini disebabkan karena berkurangnya kekuatan tulang.
  3. Dislokasi berulang yaitu dislokasi yang terjadi akibat longgarnya ligament-ligament padasuatu sendi karena pernah mengalami dislokasi

Berdasarkan arah dislokasinya, dislokasi shoulder  di bagi menjadi 3 yaitu :

1.Dislokasi Shoulder Anterior